12 January 2009

Mountain Dew dan Minute Maid

Hingga hari ini saya masih heran kenapa minuman bernama Mountain Dew produksi Pepsi Co. tidak pernah diedarkan di Indonesia. Mountain Dew adalah produk minuman rasa lemon yang cukup pupuler di negeri asalnya Amerika serta di tempat lain di dunia ini. Namun kita tidak akan menemukannya secara resmi di Indonesia, seperti minuman lain sejenisnya seperti 7up, Sprite atau Fanta. Satu produk lain yang juga sebelum ini tidak bisa kita temukan di negeri kita adalah Minute Maid, ini adalah produk minuman jeruk buatan Coca-Cola Co. yang juga sangat populer di berbagai belahan dunia lain.

Padahal kedua produk ini adalah produk yang secara marketing pasti marketable di Indonesia karena kecocokannya dengan selera orang kita. Kedua produk ini juga diedarkan oleh perusahaan yang memiliki jaringan distribusi sangat kuat disini. Keduanya juga didukung 2 produsen minuman yang sangat kuat brand nya di dunia termasuk di Indonesia. Lalu kenapa tidak muncul juga?

Bandingkan dengan brand seperti Frestea, Fanta, Coca-Cola Zero, Aquades, Powerade, dll. Semuanya milik Coca-Cola Co. dan Pepsi Co. Merek-merek itu dengan cepat diedarkan di Indonesia bersama-sama dengan peredarannya di negeri lain, tidak ada perbedaan perlakuan.

Minute Maid akhirnya muncul juga baru-baru ini. Namun setelah bertahun-tahun disimpan untuk tidak dilepas ke publik.

Menurut saya, keduanya tidak diumunculkan di pasar satu alasan, yaitu karena 2 merek ini terlalu panjang kata-katanya sehingga susah diingat dan dimengerti oleh otak orang kita, juga susah disebutkan oleh lidah kita. Bandingkan dengan Fanta misalnya. Pendek, mudah diingat, penyebutannya juga tidak mungkin salah walau diucapkan oleh orang Jawa, Papua ataupun lidah Padang.

Mountain Dew? Bagaimana anda membacanya? Gampangkah untuk diingat? Kira-kira diasosiasikan dengan apa merek ini?

Demikian juga dengan Minute Maid. Bandingkan dengan Buavita misalnya...

Tapi saat di Arab Saudi, saya lihat Mountain Dew tergolong sangat populer. Padahal orang sana lebih susah lagi membaca dan mengingatnya. Namun, karena rasanya pas, mereka beli juga...

Lalu, kembali ke Indonesia, kenapa tidak diedarkan disini? Anda setuju dengan pendapat diatas?

Terserah anda lah... ini hanya pemikiran iseng sambil lalu, nyerempet sedikit masalah marketing :-) Tapi yang penting, suatu saat jangan lupa untuk mencicipi 2 produk favorit saya itu. Dijamin enak dan sesuai selera kita.

05 January 2009

Bumi Makin Panas, Banjir Melanda

Bumi tambah panas, es di kutub semakin banyak yang meleleh. Artinya akan semakin besar volume air (yang selama ini membeku di kutub) yang akan membanjiri lautan di sekitar kita. Mungkin ini juga yang menjadi alasan utama mengapa kota Samarinda tempat saya tinggal terus terendam banjir. Hujan deras yang mengguyur dalam waktu singkat akan menenggelamkan sebagian besar bagian kota.

Berikut foto satelit milik NASA dari coverage es di kutub utara yang terdapat di Laut Arctic. Foto bagian berwarna putih adalah lapisan es yang menutupi laut pada tanggal 26 Agustus 2008, sementara garis oranye adalah garis average (rata-rata) batas lapisan es pada tanggal yang sama antara tahun 1979-2000. Artinya terdapat penurunan cukup nyata dari coverage es yang ada sebelumnya. Kemana larinya lelehan es itu?



Sayang saya belum sempat riset lebih jauh untuk mencari data-data yang lebih compelling untuk meyakinkan anda bagimana berbahayanya fenomena ini bagi anak-cucu kita. Saya sendiri bukan pakar dalam bidang ini, saya hanya tercenung saja menyaksikan foto NASA tersebut...

Anda pernah nonton film Waterworld yang dibintangi Kevin Costner? Film ini mengisahkan tentang kehidupan di bumi di masa depan, tentu saja masa depan yang suram. Bumi diliputi air, hampir tidak ada daratan, kehidupan berubah total, terjadi evolusi fisik, kultur, psikologis yang sangat ekstrim menyesuaikan dengan keadaan alam yang berubah sama sekali. Sudah sekitar 3 kali saya nonton film ini, film yang seru dari sisi aksi, namun tiap menontonnya, muncul rasa "jeri" di hati, membayangkan cucu cicit kita hidup seperti itu. Semua karena tindakan kita saat ini...



Akankah anak cucu kita hidup seperti itu? Ataukah hal semacam itu hanya kekuatiran yang berlebihan dan tidak perlu terlalu dipikirkan?

Renungan kecil di awal tahun 2008.

Sumber: CNET News

10 Tahun Stasiun Angkasa Antarbangsa

Tahun 2008 lalu tepat 10 tahun dimulainya proyek ISS (International Space Station), stasiun luar angkasa antarbangsa *). Bayangkan suatu kemah penelitian yang dibangun di luar angkasa dimana astronot, kosmonot, angkasawan dari berbagai negara dapat datang, mampir, menginap dan melakukan berbagai kegiatan penelitian didalamnya?

Setelah 10 tahun, ISS terus membesar dan saat ini telah berukuran setara rumah dengan 5 kamar tidur. Didalamnya ada 19 fasilitas riset. Salah satu modul penting yang sudah dipasang adalah sistem daur ulang air. Artinya manusia yang datang tidak perlu membawa air terlalu banyak, dan air yang ada bisa dipakai terus menerus oleh siapapun yang ada disana. Bayangkan para peneliti disana kumur-kumur untuk sikat gigi di pagi hari menggunakan air seni yang mereka buang malam harinya :-)



Bagian-bagian ISS disumbang oleh negara-negara volunteer yang punya komitmen bersama, utamanya Russia dan USA.

Jika anda pernah nonton Star Trek, maka seperti itulah visi masa depan stasiun luar angkasa semacam ini. Bahkan tidak hanya stasiun yang menetap di satu posisi saja, namun space ship raksasa dengan segala fasilitas pendukung hidupnya yang terus melanglang buana ke seantero jagat langit.

Jadi, jika kita saat ini membayangkan bagaimana cara kita datang ke sebuah planet yang jauhnya 25 tahun cahaya dari bumi kita?

Caranya simpel, membuat pesawat angkasa luar yang mampu menjelajah dalam kecepatan cahaya. Kemudian menjelajah dengan pessawat tersebut selama 25 tahun.

Bosan 25 tahun di perjalanan? Lihat Star Trek untuk mendapatkan ide bagaimana mereka mengisi kehidupan mereka. Atau lihat visi dari sisi lain di film Wall-E yang baru muncul.

Pada saat bangsa kita masih sibuk dengan UU pornografi, defisit listrik dan reformasi politik yang tak kunjung selesai, bangsa lain sudah berpikir nun jauh disana...

Catatan: Gambar adalah bagian pertama dari ISS yang dibangun Russia bernama FGB atau Zarya dan diluncurkan dari bumi tanggal 20 November 1998, 10 tahun lalu.

*) Kata "antarbangsa" adalah terjemahan bahasa Indonesia atas kata bahasa Inggris "international"

Sumber: CNET News

01 January 2009

Mohamad Adriyanto On The Internet

Mohamad Adriyanto has been on the Internet for quiet a long period. He has been active using the Net since 1995-1996. His first encounter with this new technology was at a promotion session from an ISP in Samarinda called MegaNet. The presentation and demo was done by Sandjaja Kosasih, a pioneer in the business of Internet from Samarinda.