Create your own Hexatar

06 June 2008

Guru Kita & Implementasi Komputer Sederhana

Selasa 3 Juni 2008 lalu saya mendapat kesempatan cukup berharga memberikan pelatihan kepada sekitar 60 orang guru SD dan SMP Kota Bontang, Kalimantan Timur. Training yang diselenggarakan selama 4 hari itu berjudul "Pembuatan Materi Belajar Berbasis Multimedia". Training digagas dan dijalankan oleh Bp. Nanang Rijono (Dosen Pasca Sarjana unmul) dan Dinas Pendidikan Kota Bontang.

Saya dijatah untuk mengarahkan sesi hari ke-2 tentang Internet untuk Pendidikan. Hari ke-3 diisi dengan pelatihan untuk menggunakan MS PowerPoint dan hari ke-3 sedikit praktek Macromedia Flash. Di hari terakhirnya setiap peserta diwajibkan untuk memberikan presentasi materi belajar berbasis multimedia di hari terakhir. Sangat menarik... Kenapa? Training ini dirancang dengan muatan sangat sederhana namun dimaksudkan untuk mampu memberikan bekal praktis bagi para guru untuk kembali ke sekolah masing-masing dan memprtaktekkannya di dunia nyata. Ditengah banyaknya konsep dan tawaran implementasi teknologi informasi untuk pendidikan yang serba canggih, training ini muncul dengan kesederhanaan yang membumi.

Di tempat lain mungkin akan banyak pihak mencemooh... PowerPoint? Kuno...

Namun saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri betapa sederhananya para guru kita. Sederhana dalam hampir segala hal. Wawasan, pengalaman, gaya hidup, kemampuan finansial, dst... Sulit membayangkan bahwa komunitas seperti ini harus "diguyur" dengan materi-materi belajar canggih yang kemudian malah terlalu sulit bahkan tidak mungkin dibawa pulang ke sekolah mereka untuk diterapkan.

MS PowerPoint adalah aplikasi favorit andalan saya selama hampir 15 tahun bergelut di bidang pelatihan dan pendidikan. Ini adalah aplikasi "silver bullet" saya. Aplikasi yang bisa menjawab hampir 80-90% dan segala kebutuhan pembuatan materi belajar yang saya buat. Aplikasi yang sangat "straight forward", bisa dipakai bagi orang yang betul-betul pemula hingga yang sangat advance. Sangat "bersahabat" dengan komputer jenis apapun, sangat mudah digandengkan dengan LCD projector apapun, kalau tidak ada projector juga sangat mudah dicetak dengan printer apapun dengan hasil yang sangat baik. Bisa "ditempel" apapun (teks, audio, image, video, animasi, dll). Learning curve yang sangat landai, artinya sangat mudah dipelajari. Seorang pemula dalam beberapa jam saja sudah bisa memakai berbagai fitur basic nya. Amazing bukan?

Sebuah sekolah favorit di kota saya menolak untuk diberikan pelatihan MS PowerPoint karena bilang bahwa ini sudah pernah dilaksanakan sebelumnya dan saya menangkap kesan "merendahkan" aplikasi hebat ini. Ya sudahlah...

Bp. Nanang Rijono yang merancang pelatihan ini adalah juga orang sederhana dari sisi teknologi, bukan ahli teknologi, beliau setiap saat selalu bilang kepada orang lain bahwa ybs punya kemampuan komputer terbatas, bahkan blog ybs pun dibuatkan oleh anaknya :-) Dibalik kesederhanaan cara pandang ybs, lahirlah pelatihan sederhana tapi membumi ini. Saya yakin bahwa akan banyak hal praktis yang akan bisa langsung dipraktekkan para peserta saat kembali ke tempat kerjanya masing-masing.

Saya pun berusaha keras mendukung "pathway" training yang dibuat ybs dengan memberikan materi-materi dan latihan-latihan yang membumi di sesi saya. Saya fokus pada pengenalan mendasar Internet dan memberikan bukti langsung kepada para peserta betapa powerful nya Internet.

Didepan PC dan laptopnya yang terkoneksi ke Internet, peserta saya berikan lomba cepat-cepatan mencari jawaban pertanyaan saya seperti:

"Tanggal berapa Olimpiade Beijing 2008 dilaksanakan?"
"Dimanakah kota kelahiran Barack Obama?"
"Apakah ibukota negara Mauritius?"

Pertanyaan-pertanyaan yang bisa mereka jawab secara akurat dalam waktu kurang dari 1 menit. Bahkan mereka sendiri tampak kaget tapi excited menghadapi kenyataan itu ...

Mereka juga selanjutnya merasakan langsung betapa hebatnya Internet yang bisa memberikan jawaban atas "apapun" yang mereka butuhkan... Terutama yang berhubungan dengan tugas pembuatan materi ajar digital yang akan mereka kerjakan.

Saya pribadi puas bisa memberikan sesuatu yang mudah-mudahan bisa bermanfaat, tidak hanya bagi para peserta, tetapi juga bagi orang lain yang akan mendapat dampak ikutan dari mereka yang ikut kali ini...

Update:
Satu lagi cerita menarik yang saya dapat dari mahasiswa saya...

Seorang guru di salah satu lokasi cukup terpencil di Kalimantan Timur memiliki suatu terobosan sederhana dalam memanfaatkan peralatan sederhana tanpa harus menunggu pembelian alat baru yang canggih dan mahal. Karena yakin dengan kehandalan Microsoft PowerPoint, dia mencari cara untuk dapat menayangkan materi ajar yang dia buat didepan kelas. Pakai LCD projector? Jangan mimpi... walau harganya sudah sampai Rp 5-6 juta, barang ini tidak tersedia dan kalaupun dia ajukan anggarannya, dipastikan akan susah terealisasi.

Akhirnya dia sampai pada solusi sederhana namun kreatif dan hasilnya sungguh bermanfaat. Dia beli sebuah TV tuner PCI card yang banyak tersedia di toko-toko komputer di kotanya dengan harga sudah sangat murah berkisar Rp 175 ribu keatas. Dengan alat ini, dia bisa men-display layar komputernya pada sebuah TV analog biasa. TV set hampir pasti dimiliki oleh hampir setiap sekolah di Indonesia.

Dengan komputer desktop tua yang dimiliki sekolah, sebuah TV tuner PCI card dan TV 21 inch biasa, guru super kreatif ini bisa terus berkreasi dengan PowerPoint-nya dan menggunakannya sebagai alat bantu yang sangat efektif didepan anak didiknya di sekolah sederhana di pelosok belantara Kalimantan Timur.

Bravo...!

6 comments:

naruto onepiece said...

Gimana mau maju kalau pemerintah hanya memberikan anggaran pendidikan yang sedikit di APBN.
Nasib guru bantu dan honorer yang gak pernah sejaterah menambah wajah buruk pendidikan nasional kita.
oiya pasang widget infogue.com. Bisa nambah pengunjung lho.
kayak diblog gue.

http://pendidikan.infogue.com/guru_kita_implementasi_komputer_sederhana

My Review Post said...

MS Point menurut saya itu sudah sangat keren Pak, apalagi guru-guru yang katanya "naruto onepiece" ini "Nasib guru bantu dan honorer yang gak pernah sejaterah..."

Lebih sedehana lagi, alternatifnya bisa menggunakan Office Symphony atau OpenOffice, asli lho... nggak kalah kok sama MS... ;-)

Mohamad Adriyanto said...

betul juga, saya lupa... mustinya kedepan saya bisa ganti dengan open office... tapi mana ada guru yg punya open office di PCnya ya? apalagi di daerah terpencil...

anyway, kalau bisa gak membajak, ngapain membajak? bisa mulai dengan portable open office di falshdisk.

betul pak subur?

Herman Retnandar said...

Salam Hormat pak dari Bontang.
Jangan kecil hati hanya bisa powerpoint, ternyata dengan powerpoint banyak teman2 di bontang bisa mendapat penghargaan tingkat nasional. Tengok di http://fakultasluarkampus.net/wajah-pemenang-lomba-pembuatan-multimedia-pembelajaran-2008/ banyak yang pake powerpoint di event ini.

Herman Retnandar said...

oh ya, ada satu lagi ajang ketangkasan menggunakan powerpoint, namanya National Inovative Teacher. Harus Pake powerpoint karena penyelenggaranya microsoft. Kabar terakhir di http://www.kilasberita.com/kb-tech/lain-lain/1721-microsoft-beri-penghargaan-10-guru-inovatif

Mohamad Adriyanto said...

pak herman, trm ksh banyak atas sharing nya... saya perkenalkan pada semuanya, beliau adalah kepala sekolah dari sma yayasan pupuk kaltim bontang... sebuah sekolah yang memiliki prestasi segudang dalam hal implementasi teknologi. tidak hanya oleh guru dan siswanya, tapi juga oleh kepsek nya langsung :-)

bravo, terus maju pak...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...